Langsung ke konten utama

Assalamualaikum wr.wb
Kembali lagi diblog saya, kali ini saya akan memposting tentang apa itu lidah buaya. silahkan disimak artikel dibawah ini teman-teman


Khasiat lidah buaya telah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Secara historis, tanaman yang dikenal juga dengan nama aloe vera ini dianggap dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan efektif sebagai obat pencahar.
Seiring perkembangan zaman, lidah buaya makin dipercaya sebagai obat tradisional yang bisa menangani sejumlah kondisi.
Khasiat Lidah Buaya yang Sebenarnya - Alodokter

Memanfaatkan Gel dan Lateks Lidah Buaya

Bagian-bagian lidah buaya yang bisa dimanfaatkan yaitu gel dan lateks. Gel diperoleh dari sel-sel yang berada di bagian tengah kulit lidah buaya, sementara lateks diperoleh dari sel-sel yang tepat berada di bawah lapisan kulit lidah buaya.
Sebagai obat, gel lidah buaya yang berwarna bening seperti jeli ini sering digunakan sebagai kandungan utama pada salep, losion, krim, dan sebagainya. Lateks sendiri bisa diolah untuk membuat zat-zat kering, seperti suplemen.
Selain diproduksi menjadi obat-obatan, lidah buaya juga kerap dimanfaatkan masyarakat dalam bentuk alami. Para wanita biasa menjadikan lidah buaya sebagai teman baik dalam merawat kesehatan rambut dan kulit. Mereka percaya, lidah buaya bisa membuat rambut lebih indah dan kulit menjadi lebih halus.

Khasiat Lidah Buaya yang Telah Diteliti Secara Ilmiah

Masyarakat menggunakan lidah buaya untuk mengatasi berbagai kondisi. Namun secara ilmiah, khasiat yang baru diketahui kemungkinan dapat mengobati empat kondisi di bawah ini :
  • Pembersih make up alami
Buat Anda yang memiliki kulit sensitif, lidah buaya dapat dijadikan alternatif untuk pembersih make up. Hal ini dikarenakan lidah buaya terbilang ramah dan lembut di kulit.
  • Gatal dan ruam pada mulut dan kulit
Menurut penelitian, menggunakan obat kumur yang mengandung lidah buaya selama tiga kali sehari selama 3 bulan, bisa membantu mengurangi rasa gatal dan ruam pada mulut. Hal yang sama berlaku jika mengaplikasikan gel mengandung lidah buaya sebanyak dua kali sehari selama 2 bulan pada kulit.
  • Cold sore atau luka pada bibir akibat virus herpes
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengoleskan krim dengan ekstrak lidah buaya 0,5 persen selama tiga kali sehari, bisa mempercepat proses penyembuhan luka akibat virus herpes simpleks. Hal ini dikarenakan, lidah buaya memiliki sifat antivirus yang dapat membantu melawan virus herpes.
  • Psoriasis
Penggunaan krim dengan kandungan lidah buaya sekitar 0,5 persen selama 1-2 bulan bisa meredakan psoriasis. Tapi, hasil tersebut tidak terlihat jika hanya memakai gel lidah buaya.
  • Mengatasi kulit terbakar sinar matahari
Losion atau pelembap yang mengandung lidah buaya mampu meredakan kulit yang terbakar sinar matahari, serta mengembalikan kelembapan kulit yang hilang akibat paparan ultraviolet berlebih, sehingga kulit terasa lebih nyaman.
  • Konstipasi
Lateks lidah buaya mengandung bahan kimia yang efektif sebagai obat pencahar. Namun, penggunaannya juga bisa menyebabkan efek samping diare.
Selain itu, ada beberapa khasiat lain lidah buaya lainnya, namun masih perlu diteliti lebih lanjut efektivitasnya:
  • Plak gigi
  • Ketombe
  • Kulit kering
  • Obat nyamuk
  • Penyembuhan luka seperti luka bakar
  • Radang gusi
  • Ruam popok
  • Luka akibat berbaring terlalu lama di tempat tidur
  • Radang dingin
  • Peradangan di mulut.

Waspadai Efek Samping Lidah Buaya

Penggunaan gel lidah buaya pada kulit sepertinya aman. Meski demikian, sesekali gel lidah buaya juga bisa membuat kulit menjadi terbakar dan gatal-gatal.
Tidak seperti gel, mengonsumsi lateks lidah buaya dengan dosis tinggi berpotensi menyebabkan sakit perut dan kram. Tidak hanya itu, mengonsumsi lateks lidah buaya dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan diare, penurunan berat badan, masalah ginjal, kelemahan otot, darah dalam urine dan gangguan jantung.

Tidak Semua Orang Bisa Mengonsumsi Lidah Buaya

Produk lidah buaya sebaiknya jangan asal dikonsumsi. Bacalah informasi pada kemasan untuk memeriksa apakah cocok untuk kondisi Anda. Ada sebagian orang yang sebaiknya tidak mengonsumsi lidah buaya karena faktor keamanan.
  • Anak-anak di bawah 12 tahun
Anak usia tersebut mungkin bisa mengalami sakit perut, kram, atau diare usai mengonsumsi produk lidah buaya. Sebaiknya hindari penggunaan pada anak-anak usia tersebut, kecuali di bawah pengawasan dan anjuran dokter.
  • Ibu hamil dan menyusui
Ada laporan yang mengaitkan lidah buaya dengan keguguran dan risiko melahirkan bayi berkondisi cacat. Demi keselamatan, lebih baik untuk menghindari hal ini.
  • Menjelang operasi
Lidah buaya dapat memengaruhi kadar gula darah dan dapat mengganggu kadar gula darah selama dan setelah operasi. Jadi hentikan mengonsumsi lidah buaya, setidaknya dua minggu sebelum operasi.
  • Penderita wasir
Anda bisa memperburuk kondisi diri sendiri jika mengonsumsi lidah buaya, khususnya lateks, saat menderita wasir.
  • Penyakit ginjal
Mengonsumsi lateks lidah buaya berlebihan juga dikaitkan dengan gagal ginjal. Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit ginjal Anda bertambah parah, hindari mengonsumsi zat tersebut.
  • Memiliki masalah usus
Lateks lidah buaya berpotensi mengiritasi usus.
Penting untuk bersikap hati-hati sebelum mengaplikasikan atau mengonsumsi bahan-bahan alami, termasuk lidah buaya. Utamakan untuk selalu menggunakan produk yang telah terdaftar di BPOM RI. Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya atau konsultasi ke dokter sebelumnya.



Lidah buaya (Aloe vera) adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun silam dan digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan untuk perawatan kulit. Tumbuhan ini dapat ditemukan dengan mudah di kawasan kering di Afrika.
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manfaat tanaman lidah buaya berkembang sebagai bahan baku industri farmasi dan kosmetika, serta sebagai bahan makanan dan minuman kesehatan.
Secara umum, lidah buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan baku industri.
Berdasarkan hasil penelitian, tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Selain itu, menurut Wahyono E dan Kusnandar (2002), lidah buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit kanker, penderita HIV/AIDS.
Salah satu zat yang terkandung dalam lidah buaya adalah aloe emodin, sebuah senyawa organik dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin seperti pencerap insulin-beta dan -substrat1, fosfatidil inositol-3 kinase dan meningkatkan laju sintesis glikogen dengan menghambat glikogen sintase kinase 3beta,[3] sehingga sangat berguna untuk mengurangi rasio gula darah.
Di negara-negara Amerika, Australia, dan Eropa, saat ini lidah buaya juga telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman kesehatan.
Aloe vera/lidah buaya mengandung semua jenis vitamin kecuali vitamin D, mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim, saponin yang berfungsi sebagai anti mikroba dan 20 dari 22 jenis asam amino. Dalam penggunaannya untuk perawatan kulit, Aloe vera dapat menghilangkan jerawat, melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan tanda, mengurangi peradangan serta perbaikan dan peremajaan kulit. Aloe vera juga mengandung asam folik yang melindungi sistem kekebalan tubuh dan kesehatan tubuh yang seringkali terefleksi pada kulit.[4] Dengan beragam manfaat yang terkandung dalam lidah buaya, pemanfaatannya kurang optimal oleh masyarakat yang hanya memanfaatkannya sebagai penyubur rambut.



Menanam atau Memindahkan Tanaman Lidah Buaya

  1.  
    1.Ketahui kapan Anda harus memindahkan tanaman. Lidah buaya mempunyai akar yang relatif pendek dengan daun yang berat sehingga biasanya tanaman ini dipindah ke pot yang lebih besar ketika bagian atas tanaman sudah terlalu berat dan posisinya saling menumpuk. Apabila lidah buaya sudah tidak memiliki ruang untuk menumbuhkan akar, tanaman ini akan mulai mengeluarkan tunas batang (atau "pups") yang dapat dipindahkan ke dalam pot tersendiri (lihat di bagian Pembiakan). Apabila Anda lebih suka membesarkan tanaman dewasa daripada menanam tanaman baru, pindahkan tanaman Anda ke pot yang berukuran lebih besar sebelum akarnya mulai memenuhi bagian dinding pot.[1]
    • Lihat di bagian Pembiakan apabila Anda ingin memindahkan tanaman muda yang tumbuh di pangkal tanaman utama.

  2. 2.Tempatkan tanaman di area yang hangat dan cukup mendapatkan sinar matahari. Lidah buaya menyukai area yang mendapatkan sinar matahari selama 8 hingga 10 jam dalam sehari.[2] Walaupun lidah buaya akan tumbuh dengan baik dalam suhu yang panas atau hangat, tanaman ini dapat bertahan di cuaca yang dingin dalam kondisi dorman. Akan tetapi, lidah buaya bisa menderita apabila hidup di area dengan suhu di bawah -4ºC.
    • Daerah dengan iklim yang hangat dan panas merupakan tempat ideal untuk menanam lidah buaya di luar ruangan di sepanjang tahun.[3] Apabila Anda tinggal di daerah dengan suhu yang dingin, Anda bisa menempatkan lidah buaya di luar ruangan, tetapi harus membawanya ke dalam ruangan di saat-saat tertentu.
    • Bagi kita yang tinggal di Indonesia, tempat ideal untuk menempatkan lidah buaya di dalam ruangan adalah di jendela yang menghadap ke timur atau barat karena bisa mendapatkan sinar matahari dalam jumlah yang cukup.
    • Walaupun lidah buaya dapat tumbuh dengan baik dalam kondisi yang panas, tanaman ini tetap bisa terbakar. Pindahkan tanaman ke area yang terkena naungan apabila daunnya mulai berubah menjadi cokelat.[4]

  3. 3.Tanamlah lidah buaya di tanah yang bisa menyerap air dengan baik. Lidah buaya terbiasa hidup dalam kondisi yang kering, dan bisa membusuk apabila ditanam di tanah yang tergenang air. Gunakan media tanam untuk tanaman kaktus, atau buatlah media tanam sendiri dengan mencampur pasir, tanah, dan kerikil dengan perbandingan yang sama.[5]
    • Apabila Anda menanamnya di dalam pot, pastikan pot tersebut mempunyai lubang di bagian bawahnya agar air dapat keluar dari dalam pot.

  4. 4.Tanamlah lidah buaya dengan menutupi bola akarnya, tetapi jangan sampai daunnya tersentuh tanah. Tempatkan bola akar lidah buaya tepat di bawah permukaan tanah. Apabila ada bagian daun yang berwarna hijau dan tebal tertimbun atau tersentuh tanah, daun tersebut bisa membusuk.[6]

  5. 5.Tutup permukaan tanah dengan kerikil (opsional). Taburkan satu lapis tipis kerikil di sekeliling pangkal tanaman lidah buaya agar tanahnya tidak bergerak dan untuk mengurangi penguapan.[7] Ini tidak perlu dilakukan apabila tanaman Anda sudah tumbuh subur. Jadi, Anda bisa membiarkan tanahnya tetap terbuka jika Anda menyukai tampilannya seperti itu.
    • Apabila Anda tinggal di daerah yang dingin, gunakan batu putih karena batu ini bisa memantulkan kehangatan sinar matahari ke bagian bawah tanaman.[8]

  6. 6.Hindari menyiram tanaman dalam beberapa hari pertama setelah penanaman. Sebelum Anda menyiraminya, berikan waktu selama beberapa hari agar lidah buaya memperbaiki sistem perakarannya yang mungkin rusak ketika Anda menanamnya.[9]. Akar yang rusak bisa membusuk apabila Anda menyiraminya. Lidah buaya menyimpan banyak air di dalam daun sehingga tidak masalah apabila tanaman tersebut tidak diberi air selama beberapa hari. Jika Anda ingin bertindak lebih aman, siram tanaman tersebut dengan sedikit air sebanyak satu atau dua kali saja.

    Sekian artikel saya tentang Lidah buaya. SEMOGA BERMANFAAT :)
Sumber :
 https://id.wikipedia.org/wiki/Lidah_buaya
https://www.alodokter.com/khasiat-lidah-buaya-yang-sebenarnya
https://id.wikihow.com/Menanam-Lidah-Buaya

Komentar

Posting Komentar